SMOEPHY PITULASAN
Sungguh pandemic sejak tahun 2020 masuk ke Indonesia berdampak perubahan dalam segala sektor. Duniapun juga merasakan hal yang sama. Lama sudah tak bercakap-cakap seperti dulu kala, tak bisa memeriahkan gebyar-gebyar bangsa selayaknya tahun sebelumnya. Serasa tahun ini adalah oase di tengah gurun yang kita dambakan semuanya. Jalanan mulai terpasang tulisan

Sungguh pandemic sejak tahun 2020 masuk ke Indonesia berdampak perubahan dalam segala sektor. Duniapun juga merasakan hal yang sama. Lama sudah tak bercakap-cakap seperti dulu kala, tak bisa memeriahkan gebyar-gebyar bangsa selayaknya tahun sebelumnya.

Serasa tahun ini adalah oase di tengah gurun yang kita dambakan semuanya. Jalanan mulai terpasang tulisan HUT RI Ke-77 Tahun dengan besarnya. Lomba-lomba menyemarakkan HUT RI ini dapat antusiasme masyarakat yang luar biasa. Tak lupa pula, SMAN 7 Surakarta mengadakan rangkaian acara dalam rangka memperingati HUT RI Ke 77 Tahun dengan tema “ Pulih lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat”. Semboyan itu bukan hanya kata biasa bagi negara ini. Sejak dua tahun lalu, sebisa mungkin kita untuk meminimalisir interaksi di luar rumah dan wajib sekali dalam penerapan protocol kesehatan yang ketat. Indonesia tidak hanya diam saja, Gerakan vaksin dimana-mana dalam rangka mensukseskan agar pandemic Covid-19 ini segera berangsur hilang. Selain menyiapkan masyarakat yang sudah di vaksin dalam rangka agar meminimalisir lonjakan Covid-19. Hal ini juga dalam rangka diam-diam kita tidak hanya diam saja. Maksud dari ini adalah, sebisa mungkin kita tetap memiliki kuda-kuda kuat untuk bertahan dan mencari segala upaya agar Indonesia akan dapat pulih seperti dahulu kala sebelum adanya Covid-19. Dan harapannya, kebangkitan kita diangka 77 Tahun ini akan lebih kuat di bandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kuat dalam hal ini bukan hanya struktur saja, melainkan juga infrastruktur serta SDM yang ada.

Di sektor Pendidikan kekuatan ini muncul dengan berbagai cara, selain SMAN 7 Surakarta menerapkan Kurikulum Merdeka di tahun ini untuk kelas X. Sebelumnya Bapak/Ibu Guru dan Tenaga Kependidikan melakukan Workshop terkait dengan Kurikulum Merdeka dan Meningkatkan Potensi Diri yang tujuannya adalah menyiapkan SDM yang kuat untuk tetap bersemangat dalam pembelajaran tahun ajaran baru ini. Rasanya melihat murid-murid bisa bertatap muka secara langsung, belajar secara tatap muka, mengembalikan atmosfer yang lampau setelah dua tahun tak merasakan hal tersebut. Di samping itu, Bapak/Ibu Guru mulai mengembangkan potensi diri untuk semaksimal mungkin memberikan pembelajaran yang menyenangkan namun dapat meresap dan difahami oleh murid-murid. Hampir segala sektor sudah Kembali normal ke dalam bentuk semula. Namun ingat, pandemic ini belum berakhir. Tetap semaksimal mungkin menerapkan protocol kesehatan dengan baik. Dan makna dari “SMOEPHY PITULASAN “ ini setidaknya menggambarkan bahwa dari berbagai lomba yang ada harapannya adalah untuk meningkatkan kekeluargaan, gotong royong, kebersamaan. Selain juga belajar dalam rangka mensukseskan pelatihan dalam P5 di Kurikulum Merdeka. Dari perlombaan ini, maka untuk ke depannya, murid-murid akan menerapkan projek P5 dengan tema yang sudah di tetapkan dan di kemas dengan ciri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *